Wiridrezeki yang satu ini saya dapatkan di salah satu forum terbesar Indonesia, yaitu Kaskus. Salah satu member forum tersebut berbagi pengalaman dalam mengamalkan wirid dari asmaul husna yang bertujuan untuk melibatkan Allah agar berkenan membantu kondisi finansialnya. Jadi ini adalah ikhtiar spiritual yang dikerjakan dengan penuh pengharapan
Begitulahrahasia kehebatan Al Fatihah. Siapa yang membaca 41 kali Fathihah untuk seorang yang sakit, setelah itu dihembuskan kepadanya, Insya Allah dia akan sehat. Ayat 1000 Dinar dibacakan dalam hati/wirid dengan khusu dan dicamkan artinya dengan khidmat sebanyak 200 kali setiap selesai shalat wajib, nonstop tidak boleh ada shalat yang
CaraMendapatkan Khodam Al Fatihah, Khodam Pendamping Segala Hajat - Surat Al Fatihah sebagai mana ada dalam Al Qur'an sebagai ayat pembuka tentu memiliki keistimewaan apabila
Semenjakdiposting atau dipublikasikan pada 31 03 2017 - 23:38:55 Video ini sudah dilihat orang sebanyak 24887 kali, di antara pemirsanya ada 373 orang yang likes, dan Jumlah yang tidak suka dengan video ini adalah: 9. Video yang berjudul Wirid Al-Fatihah; Tafsir Hikmah; Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus dipublikasikan oleh Channel Habib
Bagiyang sudah mengamalkan beragam asmak, hizib dan wirid, namun belum merasakan hasilnya silahkan mengamalkan amalan ini. Tata caranya cukup mudah yaitu membaca Surah Al-Fatihah setelah selesai SHOLAT dalam sehari-semalam 100 x. Perinciannya sebagai berikut : Usai Subuh 30 X. Usai dhuhur 25 X. Usai Ashar 20 X.
TataCara Amalan Pelet Wanita dengan Surat Al Fatihah. Khasiat Al Fatihah untuk pengasihan ini bisa dirasakan dengan mengamalkan surat ini dalam sehari semalam dibaca sebanyak seratus kali. Perinciannya sebagai berikut: Seusai shalat Subuh membaca Al-Fatihah 30 kali; setelah shalat Dhuhur membaca Al-Fatihah 25 kali; setelah shalat Ashar membaca
Tekadnyasemakin membaja, menyebabkan beliau melakukan perjalanan hidup yang tidak mempedulikan dampak atau akibat apapun yang akan terjadi, nafsunya menuntut ilmu semakin membara tak perduli samudra api menghadang. Bukankah Rasulullah pernah bersabda, "Tuntutlah ilmu biarpun harus menyeberang samudra api!". Ling lang ling lung, Raden Mas
Membacasurah Al-fatihah sebanyak 114 kali; Membaca Al-Ikhlas sebanyak 27 kali; Membaca Al-Insyirah sebanyak 17 kali; Membaca wirid dzikir Yaa Qayum birahmatika Yaa Hayuu Yaa Arhamarrahimin sebanyak 21 kali; dan setiap 1000 kali bacalah shalawat serta salam pada Rasulullah. lalu berdoa meminta rezeki pada Allah SWT,
surahAl-Waqi'ah sebanyak 125 kali kemudian shlawat 1000 kali. Insya'Allah tidak akan mengalami kemiskinan seumur hidup. 4. Bila orang membiasakan membaca surat ini setiap malam satu kali, maka dia dijauhkan dari kemiskinan. Bila di baca 14 kali setiap selesai solat Asar, maka akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah.
BacaanWirid Lazim. Hadiah al-Fatihah kepada Nabi Muhammad saw. dan Syaikh Abil Abbas Ahmad bin Muhammad al-Tijani. Membaca istighfar 100 kali. Kalau sendirian, maka membaca sebanyak 1600 kali, atau 1500 kali, atau 1200 kali, atau 1000 kali dan diakhiri dengan bacaan:
K6asQ1B. Foto Istimewa Oleh Nur Kholik Ridwan - Gus Dur adalah guru yang menjadi wasilah dijadikan Allah untuk melahirkan murid-murid, pengagum, dan mereka yang mencintainya. Guru umat manusia yang menawan ini, dikagumi bukan hanya terletak pada aspek fathonahnya, pemikiran-pemikirannya; tetapi juga cara perilakunya yang sederhana, banyak menolong orang, dan banyak melakukan silaturahmi, bahkan kepada mereka yang telah meninggal di kuburan sekalipun. Gus Dur tidak hanya dekat dengan aktivis dan politisi, tetapi juga dengan para guru-guru tarekat, kiai-kiai sepuh; dan dengan wong ndeso di kampung, karena reputasi perjalanan kelilingnya untuk mendatangi pengajian orang-orang di kampung, sampai hari ini tampaknya belum ada yang menandingi kekuatan dan empatinya untuk soal itu. KH Anwar Zahid di kemudian hari bisa saja dari segi jumlahnya untuk datang ke kampung-kampung, bisa menandingi Gus Dur ketika diundang pengajian, tetapi apa yang disampaikan Gus Dur dan diperjuangkannya jelas berbeda. Gus Dur meninggalkan sejumlah karya, kebijakan sosial politik yang penting ketika dia menjadi presiden, monumen-monumen NGO, orang-orang yang mencintai-mengaguminya di kalangan para kiai muda; dan orang-orang yang senantiasa merindukannya di kalangan para aktivis. Mereka yang mengaguminya, mengekspresikan melalui banyak bentuk dan cara, sejalan dengan apa yang difikirkan dan hubungannya dengan guru ini. Di bagian tulisan ini, untuk memperingati Haul ke-8 Gus Dur, saya akan menulis bebeberapa perjalanan, bertemu dengan orang-orang; berawal dari mereka yang merindukannya, dan orang-orang itu bercerita bertemu Gus Dur melalui raâyu fil manam perjumpaan dalam mimpi, red. Cerita Wirid Surat al-Fatihah 100 Kali Suatu ketika, saya berkunjung di luar Jawa dalam rangka ikut menyebarkan pemikiran-pemikiran Gus Dur, Islam rahmatan lilalamin, hubbul wathon minal iman, dan Aswaja an-Nahdliyyah. Di antara perjalanan itu, saya berjumpa dengan seorang yang memudawamahkan dzikir surat al-Fatihah 100 x. Perawakannya kerempeng, tetapi aktivitasnya ngopeni kader-kader muda untuk berdiskusi, menelaah buku-buku Gus Dur, dan persoalan-persoalan kebangsaan, patut ditiru. Dalam pergulatannya, aktivis yang tinggal di luar Jawa ini, selalu memikirkan Gus Dur, selalu teringat dan merindukannya. Aktivis ini, mewujudkan kerinduannya kepada Gus Dur dengan jalan ngopeni kader-kader muda untuk terus menerus bisa menghidupkan diskusi, dan memikirkan kondisi bangsa, sambil mencari jalan keluar yang memungkinkan bisa dilakukan di level yang paling kecil sekalipun di daerahnya, meskipun tidak terjun di dalam politik praktis. Saya bertanya kepadanya âSampean bisa istiqomah seperti ini, dzikir sampean apa Kang?â Sang aktivis menjawab sambil tersipu malu, dan diam agak lama. Sepertinya dia malu, mau mengungkapkan apa yang selama ini diwiridkannya. Tetapi entah kenapa, akhirnya dia menjawab juga âFatihahan aja Kang 100 x. Yang lain-lain biasa saja, tidak teramat-amat, kecuali menjaga yang 5 waktu.â Saya lantas diam, sesekali saya alihkan pembicaraan. Lalu, saya sela tanya lagi âYang Fatihah 100 x itu, dapat dari seorang guru apa gi mana?â Sang aktivis terdiam lagi, dan serasa berat untuk bercerita. Lama saya cerita-cerita soal yang lain. Lalu saya sela lagi, âBagaimana yang 100 x itu tadi?â Akhirnya, sang aktivis pun bercerita âIni saya baca setiap selesai shubuh, 100 x. Pokoknya dibaca saja, begitu terus doa?â Saya tanya lagi âAl-hamdulillah, ya, yang itu dari mana 100 x?â Aktivis ini, di tengah kehidupannya, berawal bukan dari seorang santri, tetapi kemudian belajar dengan para santri melalui perkenalan dengan komunitas yang dekat dengan pemikiran-pemikiran Gus Dur, dan sedikit-sedikit merindukannya, tanpa kehilangan hubungannya dengan orang-orang di luar komunitas santri. Sang aktivis terdecak mencintai Islam, bangsa Indonesia dan umat, salah satunya melalui wasilah pemikiran-pemikiran Gus Dur. Sang aktivis akhirnya juga bercerita âGini kang. Saya ini apalah, ya. Tapi saya ini, kalau sudah melihat foto Gus Dur dan cover bukunya itu, sering kali meleleh airmata ini. Suatu ketika saya ini bermimpi tiga kali melihat Gus Dur, dan yang ketiga itu yang paling penting.â âSaya bermimpi, pertama berada di sebuah jamaah sholawat-pengajian yang banyak orang, dan Gus Dur ada di atas panggung bersama beberapa kyai. Dalam hatiku terbersit ingin mendekat kepada Gus Dur. Cukup begini ini mimpi pertama. Pada hari berikutnya, saya bermimpi lagi, dalam momen yang sama, melihat Gus Dur ada di tengah jamaah sholawat-pengajian di panggung, dan tiba-tiba saya ingin naik ke panggung. Pada hari kedua ini, cukup begini ini mimpinya. Besuknya lagi mimpi yang ketiga, pada momen yang sama. Saya di atas panggung dan melihat Gus Dur seperti tidur di panggung padahal kyai-kyai lain pada terjaga.â Dalam mimpi ketiga itu, aktivis itu melanjutkan bahwa ia mendekat dan berkata kepada Gus Dur yang sepertinya tertidur âGus, kyai-kyai yang lain itu pada terjaga Njenengan kok seperti tertidur?â Lalu Gus Dur tiba-tiba berkata âJalan orang mendekatkan diri kepada Allah itu berbeda-beda. Mereka begitu, saya begini. Kamu ya, kamu harus ingat tujuan hidupmu, kamu harus ingat dunia dan akhirat, jangan hanya ingat dunia. Untuk itu, kamu istiqomah ya, baca surat al-Fatihah 100 x.â âBegitu kang, setelah itu saya istiqomah saja. 100x setelah shubuh gitu aja.â Sang aktivis ini, mengambil satu wirid yang dikenal di kalangan pengamal wirid, di mana wirid 100 x surat al-Fatihah ini biasa diamalkan oleh Gus Miek dan KH Achmad Shidiq, dan para ahli Dzikrul Ghofilin, yang mengambil dari guru-gurunya KH Abdul Hamid Pasuruan, KH Abdul Hamid Kajoran, KH Dalhar Watucongol, dan KH Mundzir Mangunsari. Dan, aktivis itu mengambil wirid surat al-Fatihah melalui Gus Dur, dengan jalan raâyu fil manam. Mereka yang mewiridkan surat al-Fatihah ini, memasukkan di dalamnya kalimat Bismillahirrahmanirrahim. Surat al-Fatihah ini dikenal sebagai surat al-Kâfiyah mencukupi untuk berbagai keperluan, ats-Tsab`ul MatsânĂŽ 7 ayat yang diulang dalam sholat, Fatihatul Kitab, Ummul Qurâân, Ummul Kitâb, dan lain-lain. Banyak hadits Nabi Muhammad menyebutkan keutamaan surat ini. Di antara hadits Nabi Muhammad soal itu, adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitab Syuâbul Ămân dengan sanad jayyid dari Abdullah bin Jabir, bahwa Rasulullah bersabda âMaukah kamu saya beri khabar sebaik-baik surat Al-Qurâan yang diturunkan?â Abdullah bin Jabir berkata âYa wahai Rosulallah.â Rasulullah lantas bersabda âItu adalah Fâtihatul Kitâb, wa ahsabuhu.â Rasulullah bersabda lagi âDi dalamnya syifââun min kulli dââin/obat dari berbagai penyakitâ HR Imam Baihaqi, Syuâbul Ămân, No. 2367; dan Imam Ahmad dalam Musnadnya, No. 17597; berkata muhaqqiq Musnad, sanadnya hasan; dan juga dalam Jalaluddin as-Suyuthi, TafsĂŽr Durrul MantsĂťr fi TafsĂŽr al-MaâtsĂťr, jilid I 16, yang menyebut sanadnya jayyid. Di dalam tradisi Dzikrul Ghofilin, wirid surat al-Fatihah ini, dijalankan dalam waktu 40 hari tidak boleh putus, dan dianjurkan dengan membaca Dzikrul Ghofilinnya selama 40 hari bersama baca surat al-Fatihahnya. Baru setelah itu, setiap hari surat al-Fatihah dibaca 100 x, dan boleh dicicil setiap selesai sholat 5 waktu. Amalan ini, berasal dari apa yang diresepkan oleh Imam al-Ghazali, shahibul Ihyââ. Kembali kepada Gus Dur dan aktivis itu, hikmahnya ada banyak jalan dan cara mendekatkan diri kepada Allah, sesuai dengan kondisi dan ahwal masing-masing orang, dan guru-guru yang dijadikan panutan, serta anugerah Allah; dan bahwa soal hidup, diingatkan Gus Dur, harus memperhatikan akhirat dan dunia bukan hanya dunia saja. Sang aktivis itu, dipertemukan melalui jalan mimpi dengan seorang yang dijadikan guru oleh banyak orang, adalah sebuah anugerah dari Allah. Di antara bentuk syukurnya itu, sang aktivis terus menghidupkan dalam komunitas-komunitasnya, untuk tidak lelah berdiskusi, menelaah, dan melakukan dinamisasi, meskipun dalam artian politik praktis, mungkin yang seperti itu tidak dinilai penting; dan memudawamahkan wirid surat al-Fatihah 100x setiap selesai sholat shubuh. Dan, Gus Dur termasuk yang dijadikan Allah sebagai wasilah untuk membimbing orang-orang yang ditemuinya, sebagaimana kesaksian aktivis ini. Bimbingannya itu dirasakan oleh mereka yang merasakannya. Wallahu aâlam. [ Nur Kholik Ridwan, Penulis buku âNU & Bangsa 1914-2010 Pergulatan Politik dan Kekuasaanâ